my pets

my pets
ngaco abis ini mah bukan pet, but dari game kok

Monday, June 28, 2010

When Nobody like Somebody

Judulnya menarik hati dan mengundang tawa atau malah mengundang curiga. Judul ini mungkin tiba-tiba terbresit dalam pikiran setelah saya membaca buku chicken soup for singel soul. Disana diceritkan bahwa seseorang yang menyenangi sesuatu akhirnya bertemu dengan orang lain yang sama tak dikenalnya dan mereka berbagai kisah layaknya mereka kawan lama...klo dibuku itu ditulis ketika nobody bertemu nobody lainnya maka mereka akan merasakan nilai dirinya.

Sempat terbresit juga dalam pikiranku dan bayanganku yang udah kusut. Ketika seseorang yang merasa dirinya bukan siapa mencoba memahami seseorang yang punya sesuatu yang lebih dari sang nobody. Maka sang nobody bisa mengatakan bahwa ia menyukai sesuatu yang berbentuk dan lebih berharga daripadanya yaitu somebody. Sang nobody jelas sekali merasa takut dan minder ketika melihat sesuatu yang besar dihadapanya, salahkah seorang nobody mendambakan somebody...sebenarnya tidak , tetapi apa yang salah dibalik semua ini. Kesalahan justru terletak pada ketakutan nobody untuk mengejar somebody... kok salah sih, "ok akan saya perjelas" kata master cozu sai . Master cozu sai lebih menjelaskan bahwa kesalahannya terletak pada usaha yang dilakukan nobody yang berkesan tak bertenaga alias melempep ....karena ke nobodyanya seseorang seperti ini cenderung mudah untuk tak terlihat dalam situasi apapun kecuali ia bertemu dengan sesama nobody, wajar jika ia tidak diperhatikan sama sekali, justru aneh jika ia menjadi pusat perhatian. Ketika ia merasa tidak diperhatikan ia malah merasa takut terhadap somebody yang memang tidak melihatnya bukan tidak mau melihatnya. Bodohnya si nobody menafsirkan demikian dan terjadilah rasa minder yang makin parah. Ia merasa somebody sombong dan angkuh, tapi benarkah demikian.... setelah dilihat lebih mendalam dalam karakter dari somebody ternyata orang yang ramah dan menarik. Trus apa yang salah, tentu saja semua kesalahan kembali pada si nobody yang bodoh dan tidak bisa mendapat tanda penerimaan seseorang.... tetapi nasi sudah menjadi bubur.... sesuatu barang bisa dibeli dengan uang tetapi waktu tak dapat dibeli oleh apapun di dunia ini.

Nobody merasa sudah berusaha, namun benarkah demikian, nobody memang sudah berusaha lebih namun hal itu masih sangat kurang untuk ukuran mimpinya yang ingin menjadi sempurna. Si nobody terpuruk dalam jurnag penderitaan yang makin dalam dia merasa dirinya tak mampu memahami hakikat perasaan itu sendiri, ia merana dan terus lari dari kenyataan yang ada didepannya. Nobody terus memuaskan dirinya dengan imajinasinya yang serba sempurna dan serba indah. Tetapi ketika nobodoy membuka matanya ia melihat bahwa semua hanyalah kebohongan. Nobody memcoba menutup setiap luka yang ia bawa ketika ia masih kecil dan terus mengarungi laut yang tak kunjung habis. Nobody merasa lelah dengan apa yang terjadi disekitarnya. Ia menghadapi tiap masalah dengan membawa luka di dadanya, nobody semakin merasa takut dan bingung apakah dirinya memang sesuatu yang salah? Ia merasakan tantangan sebagai masalah dan ia mulai merasa tidak yakin terhadap dirinya sendiri. Ia mulai muak dengan pikirannya , dengan dirinya dan dengan jati dirinya dan mulai berpikir untuk meninggalkan apa yang ia rindukan. si nobody melihat bahwa apa yang ia rasakan tak cukup kuat dan mampu mengubah dirinya , bahkan pada akhirnya membuat dirinya menjadi merasa ketakutan. Maka si nobody membuat kata kontra untuk memuntahkan kerinduan dalam dirinya. Nobody mencoba menyusun serpihan-serpihan itu kembali dan menyadari apa yang ia rasakan adalah suatu keangkuhan dalam dirinya dan bukan lah hal nilai yang sebenarnya.

Nobody kemudian sadar bahwa menyukai seseorang maka seseornag harus bisa menerima apapun dan bagaimanapun ornag disekitarnya itu entah apapun dia biarlah dia menjadi dirinya sendiri. Ketika itulah Nobody semakin sadar ia masih seegois dirinya yang dulu dan mencoba mengubah sesuatu menjadi apa yang ia inginkan. Nobody semakin sadar bahwa ia tak pantas untuk menyalahkan siapapun dan menyalahkan apapun. Dia sadar sama seperti nobody katakan bahwa kesempatan hanya datang sekali dan kini kesempatan itu telah pergi. Nobody kadang menjadi takut dan semakin takut meskipun dirinya bisa menginkari hal tersebut tapi realita tidak bisa diingkari. Sungguh bodohnya seorang nobody melihat seseorang sebagai somebody dan dia menjadi ketakutan karenanya, andaikata nobody lebih berani tentu tidak sebesar ini masalahnya. Tapi apa daya sekarang nobody merasa tak berdaya dan hanya sedikit cara yang bisa dilakukan nya sekarang....hanya cara2 terbodoh yang bisa dilakukanya.... Nobody akihirnya tersadar bahwa dirinya hanya merindukan sesutu yang tak pernah ia miliki sebelumnya dan berusaha untuk mendapatkanya namun nobody tetaplah nobody , ia tetap tidak dapat mengerti hal2 yang terlalu simpel sebab dia terlalu merasakan sesautu dengan pikirannya. Nobody menjadi semakin keras dan semakin menarik diri dalam masyarakat. Karena kesempurnaan pada benak si nobody pada akhirnya membuat dirinya semain menderita. Nobody kadang merasa eksistensinya tidak pernah berguna, entah itu benar atau tidak si nobody sudah cukup lelah untuk memikirkan itu. Nobody hanya harus berusaha agar paling tidak ada satu orang melihatnya sebagai sesuatu yang berharga untuk membuat nobody dapat percaya lagi pada dunia ini.

Semakin lama nobody banyak melihat dalam dirinya sendiri dan menemukan bahwa dirinya sama egosinya dengan yang lain sama tidak menyenangkan dengan yang lain. Maka Nobody pun sadar bahwa ia juga tetap harus berubah dan masih banyak lagi hal-hal yang ada dalam diri nobody yang harus dirubah. Ia nasih memedulikan apa yang ia inginkan dari orang lain dan ia masih enggan untuk membantu orang disekitarnya. Memang hal itu tampak menyedihkan, namun melihat dari kenyataan yang dilakukan nobody maka tidak mengherankan tidak banyak ornag yang tertarik padanya. Setelah ia melihat sendiri ornag-orang yang berjuang sangat keras demi cinta dan untuk cinta yang ada didalamnya, dan membantu orang2 disekitarnya tanpa pamrih padahal dirinya sendiri sangat sibuk. Salut saya ama orang ini....melihat hal itu nobody merasa tidak memiliki kesetaraan sama sekali. Sehingga paling tidak ia harus berusaha menjadi lebih baik.

coba beranikan dirimu dan coba sesuatu yang ingin kamu gapai sampai seluruh energimu benar-benar habis saat itulah kamu boleh menyerah dengan puas hati dan pergi meninggalkannya.....karena kamu sudah sungguh2 mencoba dan tak bisa...he2